Hari yang Aneh Di Harapan Indah – Bekasi January 23, 2009
Posted by thedachi in Business Inspires.Tags: macet, traffic jam
trackback
Bekasi, Belum hilang trauma banjir yang untuk pertama kalinya masuk rumah saya di komplek perumahan yang saya ditinggali pada tanggal 20 Januari 2009 (sehari sebelum Presiden terpilih USA, Barack Obama dilantik), hanya 2 (dua) hari setelah itu tepatnya pada tanggal 22 Januari 2009, warga Komplek Harapan Indah (HI) – Bekasi mengalami ”hari yang aneh.” Pintu gerbang masuk HI dengan bundarannya yang keren, yang menjadi kebanggaannya disesaki oleh kendaraan bermotor alias macet total. Hampir 4 (lima) jam kendaraan tidak bisa jalan. Motor yang selama ini dikenal bisa meliuk-liuk di jalan kalau macet, bahkan tidak berkutik. Berbagai cara dilakukan dengan mencoba melewati jalan alternatif tetapi tetap aja balik lagi ke bundaran HI tersebut, karena macet total juga.. Oh, my goodness….!! Ada apa seh sebenarnya? Ini ga biasanya, ga ada hujan, ga ada banjir…tetapi koq macet banget?
Anak Sekolah
Seorang Bapak harus kembali dari tempat kerjanya dengan mengendarai motor untuk menjemput anaknya yang terjebak dalam kemacetan tersebut karena berada dalam mobil jemputan. Dari penuturan Bapak itu, dikatakan bahwa anaknya yang masih duduk di bangku SD yang sekolahnya di luar Komplek HI dan mereka dari jam 6 pagi sudah terjebak disitu. ”Saya pikir dengan motor bisa lewat, tetapi ternyata sama aja”, demikian si Bapak menjelaskan dengan sangat kesal. Adiknya bilang gini, ”iya Om, da dimobilnya panas, lapar lagi.”
Para Karyawan/i
Hampir semua yang terjebak dalam kemacetan yang aneh tersebut adalah para pekerja yang berlomba mengejar waktu supaya tidak terlambat, tidak terkecuali saya dan istri. Tak ubahnya seperti para broker/pialang bursa saham, masing-masing sibuk menelpon ke kantor untuk memberitahukan bahwa akan terlambat karena disini macet total. Mungkinkah Bos percaya? Tanpa diperintahkan banyak diantara kita yang inisiatif untuk mengabadikan ”hari yang aneh” ini. Hitung-hitung nanti kalo Bos ga percaya kasi bukti aja he..he..he.. Tetapi paling tidak hal ini untuk menghibur diri sendiri.
Supir Angkot
Angkot yang masuk di komplek HI adalah angkot jurusan Bekasi – HI (No. 30) dan Pulo Gadung – HI (No. 31). Sesampainya di Bundaran HI itu, penumpang pada turun dan memilih jalan kaki. Walaupun sebenarnya tidak ada alternatif yang lain. Melihat mereka, rasanya tidak terbayang berapa mereka dapat hari ini? Kayaknya dipikiran para supir angkot itu berkata, ”busyet….setoran gue gimana lagi ya”?
Pak Polisi
Sekitar jam 9.10 WIB akhirnya sampai juga di pertigaan gerbang HI. Disana ada beberapa Polisi dan juga Sekuriti komplek yang berusaha mengatur lalu lintas. Ada rasa iba melihat Pak Polisi. Bagaimana tidak, mungkin Pak Polisi ini sudah kehabisan akal dan tenaga, padahal jam segitu kan masih pagi. Muka merah, tangan tidak berhenti memberi tanda supaya berhenti atau jalan. Pluit kadang berbunyi panjang, kadang berbunyi apa adanya bahkan sering tidak berbunyi lagi. Tak terbayang cape dan stress-nya jadi Polisi dalam keadaan begitu. Tetapi ada rasa bangga melihat mereka. Terima kasih Pak Polisi.
Penutup
Kurang lebih 5 tahun terakhir komplek Harapan Indah mencoba berbenah diri dan menawarkan berbagai tipe perumahan dan fasilitasnya. Site Plan-nya bisa terlihat jelas ketika kita masuk di komplek ini. Tetapi sepertinya target pasarnya tidak jelas. Apakah kalangan atas, menengah atau bawah. Akses jalan kelur-masuk komplek sejauh ini hanya satu. Selain itu dibutuhkan sekitar 15 menit untuk mencapai tol cakung dalam keadaan jalan lancar tetapi kalau macet, bisa 30-40 menit.
Dalam keadaan seperti ini, ternyata saya dapat pelajaran yang berharga dan saya sangat bersyukur akan hal itu. Mungkin kalau tidak macet saya tidak akan melihat dari dekat bagaimana susahnya menjadi Supir Angkot, atau susahnya menjadi Polisi Lalu Lintas. Saya pun jadi teringat masa kecil waktu masih SD. Rasanya saya lebih beruntung karena sekolah di kampung dan tidak pernah kena macet kalau ke sekolah…he..he..he..
Hari yang aneh….Benarkah hari ini, hari yang aneh?
Sallubi,
Barugamuri Dachi, ”theDACHI”
”Kalau anda terbiasa bersyukur dalam keadaan yang sulit, maka tidaklah sulit untuk bersyukur dalam hal yang baik asalkan tetap setia”…..(theDACHI)
Iya….benar sekalih…..gw juga disitu saat itu sayang kita gak ketemu..bisa bikin cerita seru…..
iya ya Bang…napa ak ga nelpon waktu itu ya? he..he..:))
Tulll waktu itu saya juga kejebak disana, udah bela2in kirim MMS ke HRD tetap aja uang makan dipotong 50% karene telat sampai kantor
wahhhh macet apa istirahat? apalagi tidur ya…….. heeeee bangun2
bukan istirahat..tp bobo..he..he..he..