Because Nias is (idle) potential? April 2, 2009
Posted by thedachi in Business Inspires, Public Info.Tags: kekayaan nias, peluang nias, potensi nias
trackback
Kurang lebih 4 tahun terakhir pasca gempa dahsyat yang terjadi di Pulau Nias adalah kali terakhir saya pulang kampung kesana. Selama itu begitu banyak cerita tentang perkembangan Nias. Rasa penasaran selalu menjadi daya tarik untuk pulang kampung walaupun begitu sulit untuk direalisasikan.
Harapan itu akhirnya terwujud ketika beberapa waktu yang lalu kami dari SAKI Consulting mendapat kesempatan memberikan seminar selama 2 (dua) hari di Laverna – Gunungsitoli, Nias tentang Perpajakan, Manajemen Kelembagaan, dan Audit Internal kepada “CU – Koperasi Simpan Pinjam Pengembangan Pedesaan (KSP3)”.
Mendengar kata “koperasi” banyak orang merasa itu bukan sesuatu hal yang penting. KSP3 ini pada awalnya didirikan oleh Misionaris Katholik , kalau tidak salah namanya Fr. Amatour dari Belanda, sekarang ini dipimpin oleh Fr. Bruno yang memiliki misi untuk membantu memberdayakan masyarakat nias yang kurang mampu. Sekarang ini koperasi tersebut telah berkembang pesat dalam 5 tahun terakhir. Telah memiliki 21 cabang yang tersebar di Pulau Nias dengan jumlah anggota hampir 50.000 orang. Dan sekedar info, mereka sudah memiliki aset lebih dari Rp100 miliar…wow..fantastis bukan?
Kebersamaan, kepedulian, sikap saling memiliki dan menganut sistem manajemen terbuka (transparansi), dari sanalah kepercayaan masyarakat itu tumbuh dan kuat untuk memaksimalkan sumber daya yang mereka miliki.
Menurut saya, sistem manajemen koperasi tersebut bisa dibilang jauh lebih terbuka dari Perusahaan yang listing di Bursa Efek. Kalau boleh dibilang beli tusuk gigi pun, semua anggota koperasi itu punya akses untuk bisa tahu. Jangan ada dusta diantara kita…mungkin itu kira-kira filosofi manajemennya.
Siapa bilang Nias itu tidak bisa berkembang?
Menurut saya, bukanlah suatu kebetulan bahwa pasca gempa dan tsunami, Indonesia bahkan dunia seolah-olah disadarkan bahwa Pulau Nias butuh perhatian orang-orang mampu mengelola sumber daya disana.
Sebenarnya lebih dari cukup Pulau Nias memiliki syarat untukĀ menjadi daerah yang maju/mandiri apabila dikelola dan dikembangkan dengan baik karena disana sumber daya potensial begitu melimpah dan siap untuk dijual.
KSP3 sudah mengambil bagiannya, who is the next?
Nias, 22 Maret 2009
Barugamuri Dachi, “TheDachi”
1. Foto bersama peserta seminar (Pengurus, Kepala-Kepala Cabang, Staf & Audit Internal)

2. Foto bersama Manajer KSP3

3. Foto selama di Frateran dan sekitarnya.

4. Foto di Asrama St. Stefanus (Asramaku dulu selama sekolah di SMA Xaverius dulu…setelah lebih dari 10 th)

Aku bangga sekali, anak Nias ternyata bukan sekedar pulang ke Nias …tetapi mantap dengan visi misi yang jelas… mulai membangun manusia seutuhnya.
Bgaimana dengan kabar kawan2 ku yang lain…Apa yg sudah kita berikan untuk Nias?
Hehehe. semoga berhasil Koperasinya…akan menawambah gairah transaksi di desa, sehingga ada peredaran uang di tangan masyarakat kecil….!
Semoga Nias dapat pulih lagi
Mustika Ranto Gulo
Pa kbr Pa Ranto? Semoga sukses selalu.
Banyak hal yang baru yang ada di Nias saat ini. Bahkan awalnya saya tidak menduga bahwa di Nias bisa seperti itu.
Buat kita, Nias is very potential for business development.
For Nias is Better
Sallubi,
TheDACHI
Wah foto yang kemaren bgus amat ya…..???? oh ya pak kalo bisa bagi-bagi pengalaman dong dalam mengaudit internal yang baik dan berdasarkan SOPnya. Soalnya pak baru kali ini saya mendapatkan kerja bidang audit sebelumnya saya berpengalaman kerja di BRR sebagai Tenaga Pembantu SPM tapi kami sudah mempunyai aplikasi tuk sebagai pembantu menyelesaikan laporan keuangan setiap semesternya saya bekerja selama 3 Tahun dan pengalaman kedua saya pernah bekerja di CV. Mitra Sanjaya sebagai tenaga Pembukuan jadi dengan pengalaman yang saya peroleh sampai saat ini sangat berbeda sebab saya ingin lebih memahami audit itu apa sih????? dan bisa saja saya dapat menerapkan di KSP3.Diblz ya pak…….. kirim salam buat kel.juga disana………
Oh ya pak udah berapa anggota????????
Tks ya…Met nyontreng deh hari ini. Seperti email ak beberapa hari yang lalu, mungkin belajarnya mulai dari situ. Menjadi auditor itu menyenangkan koq..yang penting kita memang menyukainya sebagai profesi dan yang paling penting trus mau belajar dan update pengetahuan, bisa melalui buku, internet dan lainnya.
Email aja klo ada yang perlu didiskusikan, biar KSP3 smakin maju.
Salam buat anak2 KSP3.
Sallubi,
TheDACHI
salam kenal..
sudah terobati rasa kangen dan pernasaranya kan akan kampung halaman!!! dan bukan itu saja, bahkan yang di dapat lebih, misalnya menjadi sanjungan bagi adik2 kelas (wah hebat ya abang kita ini, kata adik kelas) menjadikan motivasi bagi adik kelas untuk terus berusaha dan maju, bahkan ada wanita2 yang merasa hancur hatinya bahwa teman kita ini sudah ada yang memiliki hik hik hik….. tapi itu hanya acrual hehehehehe nanti bisa di adjust lagi boss di akhri tahun (kaya audit) POKOK nya adalah teman kita ini tidak lupa dengan kampung halamanya untuk lebih baik dalam hidup karena POTENSIAL ekonomi yang menunjang, Amin.